Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Oktober 2010

20.10.2010

20.10.2010

Oleh Asnawin
(puisi pendek buat almarhum mama)

Nomor cantik ini milikmu
Engkau berulang-tahun hari ini
Tanggal 20, bulan 10, tahun 2010
Ya, 20.10.2010

Selamat ulang tahun mama
Kami, anak-anakmu
Hanya bisa mengucapkan itu
Secara tulus dari dalam hati


Kami tak mungkin lagi .....
Menyalamimu .....
Mencium tanganmu .....
Memeluk dan mencium pipimu ....

Kami hanya bisa berdoa
Semoga engkau bahagia
Semoga dosa-dosamu diampuni
Semoga amal ibadahmu diterima

Mama, maafkan kami semua
Selamat ulang tahun
Semoga engkau bahagia di alam barzakh
Doa kami tak pernah putus untukmu

Makassar, 20.10.2010
Read More ..

Senin, 06 September 2010

Mama, Biasanya Engkau Ada untuk Kami

Mama, Biasanya Engkau Ada untuk Kami

Oleh Asnawin

Setiap hari-hari terakhir ramadhan
Kami selalu pulang kampung
Berkumpul di rumah orangtua kami
Berlebaran bersama dalam suasana gembira

Setiap hari raya Idul Ftri
Mama selalu memasak untuk kami
Anak-anak dan para menantunya
Serta cucu-cucunya yang selalu ribut

Setiap kami pulang kampung
Mama selalu ada
Memasak, berada di dapur, menyapa
Bercengkrama, memberi nasehat, dan bercanda

Setiap saat, kami anak-anaknya
Selalu merindukan
Menelepon atau menerima telepon mama
Atau mandatangi rumah kami masing-masing

Mama, biasanya engkau ada untuk kami
Engkau selalu mendoakan kami
Tetapi lebaran kali ini
Engkau sudah tidak ada lagi

Mama, maafkan kami
Kami selalu merindukanmu
Semoga engkau bahagia di alam barzakh
Semoga Allah mengampuni dosa-dosamu

Makassar, 7 September 2010 Read More ..

Selasa, 27 April 2010

Puisi Buat Mama




Puisi Buat Mama

Oleh : Asnawin

Aku sedang bercermin
Kulihat wajahku tampak tua
Terlalu tua untuk ukuran pria berusia 43 tahun

Aku meraba pipiku
Mengusap keriput yang ada
Tiba-tiba.....

Aku merasa wajahku
Mirip wajah ibuku
Aku seperti mengusap wajah ibuku

Wajah wanita tua 69 tahun
Wajah wanita yang telah melahirkanku
Dan 11 saudaraku

Wanita mulia yang sangat setia dan menyayangi ayah kami
Wanita yang menyayangi kami anak-anaknya
Wanita yang telah berpindah alam 40 hari lalu

Ibu........
Aku rindu padamu
Kami rindu padamu

Semoga engkau bahagia.....
Tenteram......
Dan damai di alam sana.......

Makassar, 24 April 2010 Read More ..

Rabu, 24 Juni 2009

Yang Terakhir



PUISI ini kubuat untuk mengenang adikku almarhum Asran Faizal, yang akrab kami panggil Accang. Saya selalu menangis mengenangnya. Air mataku selalu menetes dan mengalir setiap mengingatnya, terutama saat saya melintas di tempat kami berdua makan nasi kuning untuk terakhir kalinya di tepi jalan di Jalan Boulevard, Makassar. (ist)

Read More ..