Kata kurcaci tiba-tiba muncul saat beberapa cucu Haji Aminuddin-Hj Hasnah Bali berkumpul di rumah sang nenek, Rabu, 1 Juli 2009. Mereka antara lain Aan (anaknya Asriadi-Eni, 8 tahun), Alan (anaknya Asnawin-Ahriyanti, 5 tahun), Faiz (anaknya Ahmad Asdar-Inci, 5 tahun), Safran (anaknya Asdiana-Tasrif, 2 tahun).
Selain mereka, juga ada Zakiyah (13 tahun, anaknya Asnawin-Ahriyanti), Amet (11 tahun, anaknya Asnawin-Ahriyanti), dan Naila (3 bulan, anaknya Asdiana-Tasrif).
Bisa dibayangkan bagaimana ramainya kalau sejumlah anak kecil berkumpul dan bermain. Juga bisa dibayangkan bagaimana ributnya kalau mereka bertengkar atau berkelahi.
Saat itulah muncul kata kurcaci. Entah siapa yang memulai. Yang pasti, kata kurcaci terlontar saat Nanna (Asdiana) berbicara via telepon dengan Anti (Ahriyanti) tentang kedatangan Zakiyah, Amet, dan Alan dari Makassar ke Bulukumba.
"Tiga kurcaci sudah tiba di rumah nenek, tetapi mengapa mamanya tidak ikut?" tanya Nanna.
"Biarkan mereka belajar mengurus diri sendiri, karena Alan sudah lama rindu neneknya dan juga ingin bermain-main dengan Appang (Safran)," jawab Anti.
Kamis, 02 Juli 2009
Kurcaci
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar